Sukses!! Martabak mini berhasil diuji coba didapur kecilku...Hmm it's delicious..
Jadi ga perlu beli diluar lagi donk...Kebersihan dan kualitas bahannya terjamin, dan nilai plusnya, hemat!
Teman-teman yang mau nyoba buat juga, nih resepnya, mudah dan murah..
BAHAN :
• 250 gram tepung terigu protein sedang
• 1/4 sendok teh baking powder
• 50 gram gula pasir
• 1/4 sendok teh garam
• 300 ml air, aku lebih senang menggantinya dengan susu yang dikonsumsi balitaku, karena didedikasikan buat anak-anakku dan rasanya lebih gurih lagi :)
• 1/2 sendok teh ragi instan
• 3 butir telur
• 40 gram gula pasir
• 3/4 sendok teh soda kue
• 25 gram margarin, dilelehkan
PELENGKAP :
• 30 gram margarin untuk olesan
• 50 gram meises
• 50 gram kacang tanah, dicincang kasar, disangrai
• 15 gram wijen, disangrai, boleh juga ganti dengan keju parut.
CARA MEMBUAT MARTABAK MINI :
1. Campur tepung terigu, baking powder, gula pasir, dan garam. Aduk rata.
2. Tuang sebagian air sedikit-sedikit sambil diaduk rata.
3. Tuang sisa air sedikit-sedikit sambil dikeplok-keplok 30 menit.
Tambahkan ragi instan. Aduk rata. Diamkan 30 menit.
4. Kocok lepas telur. Tambahkan gula pasir dan soda kue. Aduk rata.
Tuang ke dalam adonan. Aduk rata.
5. Masukkan margarin leleh. Aduk rata.
6. Panaskan wajan dadar diameter 12 cm. Oles tipis dengan margarin.
7. Tuang satu sendok sayur adonan.
Biarkan berlubang-lubang sampai setengah matang. Tutup. Biarkan sampai matang.
8. Oles dengan margarin. Tabur meises, kacang tanah, dan wijen, atau keju sesuai selera. Lipat.
Oles permukaan martabak dengan margarin.
Selamat menikmatiii jajanan sehat yang bisa dijadikan bekal tuk putra-putri anda sekolah... :)
Sabtu, 26 Januari 2013
Kamis, 24 Januari 2013
Nikmatnya kapurung yang bernilai gizi tinggi
Hmm...siapa sih warga sul-sel yang tak kenal dengan makanan yang satu ini. Bola-bola sagu yang diracik bersama kuah sayuran dan ikan masak bening kunyit. Konon, ini adalah makanan pokok di Palopo, sul-sel karna kandungan sagu yang memiliki asupan karbohidrat yang mampu menjadi pengganti nasi. Wah...Sejenak menikmati pangan pokok yang sehat bagi diabetic neh..karena tidak seperti nasi yang mengandung glukosa.
Mengingat sagu yang mengenyangkan namun miskin gizi (90% kandungannya adalah karbohidrat), pengolahan sagu memang harus disertai sayuran untuk mendapatkan tambahan vitamin dan mineral. Serta asupan protein dari ikan, udang, atau daging ayam. Beberapa kali berkunjung ke rumah mertua ditoraja, pengolahannya lain lagi. Ditanah toraja biasa juga menggunakan daging lembu. Hmm..rasanya tak kalah nikmat! Dan kini si 'karbohidrat' telah disulap menjadi makanan sempurna gizi yang benar-benar mencakup kebutuhan 4 sehat kita dengan padu padan bahan-bahan sehat tersebut.
Pembuatan kapurung tidak harus menggunakan bahan sayur dan lauk yang itu-itu saja. Boleh dikreasikan sesuai selera. Namun biasanya sayur jantung pisang dipadu dengan manisnya jagung menjadi pilihan paling top untuk mendampingi bola-bola sagu ini. Tapi sayuran lain pun tak kalah Te O Pe! Hehehe. Boleh menggunakan bayam, kangkung, kacang panjang, atau daun kacang. Oh iya, sayurannya harus beragam karena akan semakin memperkaya gizi dan memberi sensasi rasa yang semakin waaah....Jangan kuatir, semua sayuran berwarna hijau akan pas dijadikan kuah kapurung.
Sensasi pedas tentu akan semakin menggoda lidah untuk nambah, nambah, dan nambah! Jangan lupa tambahan tomat dalam ulekan cabe rawit. Boleh tambahan terasi, ikan asin, ikan teri kering, wuih...sedap sedap sedap!
Untuk rasa asam yang menyegarkan, jeruk nipis boleh digantikan dengan buah patikala yang memang memberi aroma segar, atau racikan mangga. Yang jelasnya jangan cuka! Soalnya kapurung ini asli ramuan sehat dan alami :)
Wuiiih...jadi pengen buat kan ? Kalau aku baru saja neh selesai buat kapurung. Anakku juga suka!
Ada yang penasaran mau buat tapi blum tau caranya ?
Saya siap memberikan resepnya!
Yang mau, tinggalkan pesan dikoment yahhh.....
Yuuk, lestarikan makanan tradisional Indonesia. Bisa jadi kapurung tak kalah saing dengan kuliner modern lainnya...hmm, hope so!
Mengingat sagu yang mengenyangkan namun miskin gizi (90% kandungannya adalah karbohidrat), pengolahan sagu memang harus disertai sayuran untuk mendapatkan tambahan vitamin dan mineral. Serta asupan protein dari ikan, udang, atau daging ayam. Beberapa kali berkunjung ke rumah mertua ditoraja, pengolahannya lain lagi. Ditanah toraja biasa juga menggunakan daging lembu. Hmm..rasanya tak kalah nikmat! Dan kini si 'karbohidrat' telah disulap menjadi makanan sempurna gizi yang benar-benar mencakup kebutuhan 4 sehat kita dengan padu padan bahan-bahan sehat tersebut.
Pembuatan kapurung tidak harus menggunakan bahan sayur dan lauk yang itu-itu saja. Boleh dikreasikan sesuai selera. Namun biasanya sayur jantung pisang dipadu dengan manisnya jagung menjadi pilihan paling top untuk mendampingi bola-bola sagu ini. Tapi sayuran lain pun tak kalah Te O Pe! Hehehe. Boleh menggunakan bayam, kangkung, kacang panjang, atau daun kacang. Oh iya, sayurannya harus beragam karena akan semakin memperkaya gizi dan memberi sensasi rasa yang semakin waaah....Jangan kuatir, semua sayuran berwarna hijau akan pas dijadikan kuah kapurung.
Sensasi pedas tentu akan semakin menggoda lidah untuk nambah, nambah, dan nambah! Jangan lupa tambahan tomat dalam ulekan cabe rawit. Boleh tambahan terasi, ikan asin, ikan teri kering, wuih...sedap sedap sedap!
Untuk rasa asam yang menyegarkan, jeruk nipis boleh digantikan dengan buah patikala yang memang memberi aroma segar, atau racikan mangga. Yang jelasnya jangan cuka! Soalnya kapurung ini asli ramuan sehat dan alami :)
Wuiiih...jadi pengen buat kan ? Kalau aku baru saja neh selesai buat kapurung. Anakku juga suka!
Ada yang penasaran mau buat tapi blum tau caranya ?
Saya siap memberikan resepnya!
Yang mau, tinggalkan pesan dikoment yahhh.....
Yuuk, lestarikan makanan tradisional Indonesia. Bisa jadi kapurung tak kalah saing dengan kuliner modern lainnya...hmm, hope so!
Les Piano Yang Tertunda
Les Piano,
Dulu. Hanya dulu, dalam tiap getar kebahagiaanku menggendongnya.
Dulu. Hanya dulu, dalam tiap getar kebahagiaanku menggendongnya.
Mungkin kini terlalu tinggi,
Jika pada akhirnya aku hanya bisa terpuruk pada harapan 'dia' bisa berlari memelukku dan memanggilku 'bunda'...
Jika pada akhirnya aku hanya bisa terpuruk pada harapan 'dia' bisa berlari memelukku dan memanggilku 'bunda'...
Les Piano,
Hanya sebuah mimpi, mimpi untuknya ditahap emasnya.
Dan kini tahap itu telah terlewati...
Dan mimpi itu tak pernah berani kuimpikan lagi..
Aku rapuh!
Aku menangis!
Tuhan...Engkau Maha Besar. Tak ada yang mustahil buatMu.
Tolong jangan lewati si 'ibu' ini ketika Engkau memberi keajaiban kepada yang lain..
Tuhan...Engkau Maha Besar. Tak ada yang mustahil buatMu.
Tolong jangan lewati si 'ibu' ini ketika Engkau memberi keajaiban kepada yang lain..
Langganan:
Komentar (Atom)
