Hari-hariku

Sabtu, 08 November 2014

Curhat bunda :)

Menjadi seorang ibu dengan anak balita yang begitu amat terlambat mentalnya, juga motoriknya, seperti menutup mata dalam kerapuhan sembari berbisik pada diri sendiri, "dia titipan yang mesti kuasuh dan rawat dengan sebaik mungkin, dengan penuh tanggung jawab"
*****

Tahun-tahun pertama menyadarinya dari mereka yang ahli tentang itu, langit seperti runtuh. Menindihku dan membuatku sulit bernafas, sulit bersosialisasi, dan mengendapkan lara dalam keterpurukan. Tak jarang kusodorkan Tuhan pertanyaan penuh rasa ketidakadilan, "Apa salahku? Apa dosaku?"
Dia putri pertamaku, Anjani--yang sebenarnya lebih ingin kunamai Imanuela--.
Usianya telah lebih lima tahun. Masa dimana semestinya bangku sekolah telah menjadi bagian dari hari-harinya.
Tapi dia bahkan belum bisa memanggilku bunda. Juga belum kuat berlari. Dan masih harus dituntun ketika berjalan.
Terkadang... segalanya terlihat begitu sulit. Rumit. Di ujung tanduk. Ketika support menjadi begitu mahal didapatkan di sekitar, bahkan di dekatku sekalipun. Tak jarang rapuhnya aku akan putriku mesti ditambahi dengan macam rupa persoalan yang muncul hanya untuk membuat down. Dari orang terdekat. Apakah mereka tak tahu betapa pilunya hatiku? Kenapa mesti menambah-nambahi persoalan demi persoalan yang notabene dirancang untuk semakin menciutkan semangatku semata?
Betapa bodohnya aku! ya, aku bodoh, sebab aku seperti pengemis support yang sebenarnya tak mengapa bila tak kudapatkan dari mereka-mereka yang memenuhi hati dengan kedengkian.
Tapi apakah aku mesti kalah dengan keadaan?
Aku punya Allah yang besar. Dan tak ada ujian yang tak sanggup kupikul karena stock kekuatan selalu diisi-Nya penuh. Selalu. Dan selalu.

Anakku sayang, maafkan bunda jika sering patah semangat hanya karena persoalan-persoalan, umpatan-umpatan, fitnah demi fitnah, yang semestinya kita abaikan.  
Biarlah mereka berurusan dengan Tuhan atas itu. 
Kita hanya harus tetap melanjutkan perjuangan kita.
Bunda tak memintamu sempurna, nak. Sebab bunda pun pasti tak sempurna. Bunda hanya ingin kita tabah dan kuat menjalani apa yang sudah digariskan untuk kita lalui.


Salam sayangku, peri kecilku.

Minggu, 25 Mei 2014

Cara mengecilkan pori wajah

Cara mengecilkan pori pori wajah secara alami:

Menggunakan Es batu
Es batu memiliki sifat dingin dan menyejukkan kulit anda, perawatan wajah yang satu ini juga tergolong sangat sederhana, hanya membungkus es batu dengan kain bersih atau kapas, lalu anda bisa menggoso-gosokan secara lembut dan perlahan ke suluruh bagian wajah. Fungsi perawatan ini ialah bisa membantu anda untuk mengencangkan pori-pori wajah secara alami. Jika anda tertarik untuk mencoba lakukan tips ini rutin setiap pagi hari.

Mengunakan Scrub
Fungsi scrup ini sendiri ialah membantu wajah untuk meyingkirkan sel kulit mati yang menumpuk di wajah.Lakukan rutin penggunaan scrub di wajah minimal satu minggu sekali. Anda bisa mendapatkan scrub ini di toko kosmetik terdekat, namun ingat, jika anda menggunakan bahan kosmetik carilah yang sudah terekomendasi aman untuk digunakan, jika anda masih hawatir akan kandungan yang berbahaya pada kosmetik, anda dapat membuat scrub sendiri di rumah yaitu dengan menyampurkan garam dengan minyak zaitun.

Mengunakan Putih Telur
Putih telur merupakan salah satu bahan yang sudah tidak asing lagi di dunia kecantikan. Pasalnya banyak artikel yang menjelaskan manfaat dari putih telur untuk perawatan wajah alami. Sebenarnya apa sih manfaat putih telur itu? Putih telur ternyata mampu menyerap dan mengurangi kelenjar minyak yang berlebihan di muka/wajah, dapat mengecilkan pori-pori dan mengencangkan kulit.
 Caranya:
* Siapkan sebutir telur (khususnya telur ayam kampung)
* Lalu pisahkan kuning telur dari putihnya, ambil putihnya saja.
* Campurkan putih telur yang sudah dipisah dengan kuningnya dengan sedikit madu murni (1 sendok teh).
* Aduklah kedua bahan hingga rata dan berubah bentuk menjadi cream.
* Oleskan cream campuran putih telur dengan minyak zaitun tadi ke wajah hingga merata.
* Jangan dibasuh dulu (tunggu sampai masker mengering).
* Langkah terakhir bilas atau cuci wajah menggunakan air dingin.

Buah Tomat
Buah Tomat merupakan salah satu buah yang mengandung potassium serta vitamin C yang baik untuk menjaga dan memelihara kecantikan kulit tubuh. Anda tertarik untuk melakukan perawatan wajah dengan buah tomat? Jika iya, usahakan cari tomat organik supaya hasilnya lebih optimal.
Adapun cara pengaplikasiannya:
* Siapkan sekitar 2 buah tomat organic segar
* Lalu potong buah tomat yang sudah anda siapkan, serta tambahkan air secukupnya.
* Haluskan buah tomat dengan Blender.
* Setelah halus angkat dan oleskan ke area muka anda secara merata (pengolesannya tipis saja).
* Diamkan masker tomat di wajah menempel kurang lebih 15-20 menit
* Bilas muka anda menggunakan air bersih.
* Tepuk-tepuk muka dengan handuk halus sampai kering.

Menggunakan jeruk nipis
Cara pengaplikasiannya:
* Basuh wajah dahulu (Bersihkan wajah dari kotoran terlebih dahulu).
* Siapkan sebuah jeruk nipis
* Lalu potong buah jeruk nipis, bundar tipis. Tempelkan potongan jeruk nipis tadi ke wajah hingga wajah tertutupi semua oleh potongan jeruk nipis.
* Tunggu dan biarkan potongan jeruk nipis menempel kurang lebih 15-20 menitan.
* Basuh muka anda dengan air hangat dan keringkan muka dengan handuk halus.

Campuran bahan antara Madu, Gula serta Minyak Zaitun.
Caranya pengaplikasiannya:
* Campurkan sama rata antara minyak zaitun, gula pasir, dan madu murni sekitar 1 sendok teh.
* Aduk semua bahan yang sudah tercampur sampai rata dan berubah menjadi cream.
* Oleskan cream tadi ke muka secara tipis dan merata
* Tekan muka dan pijit secara halus dengan aturan memutar.
* Setelah selesai memijit diamkan dahulu masker menempel sekitar 10 menit.
* Bilas wajah menggunakan air dingin dan keringkanlah

Buah Mentimun dijampur dengan Apel
Cara pengaplikasiannya:
* Siapkan sebuah timun dan apel segar
* Blender kedua bahan hingga benar-benar hancur dan halus.
* Oleskan bahan yang sudah dihaluskan ke area wajah anda secara merata dan tipis.
* Jangan dibasuh tunggu masker menempel 15 menit.
* Bilas wajah menggunakan air dingin sampai bersih. 

Nah itulah sedikit cara mengecilkan pori-pori secara alami. Pilih cara yang menurut anda mudah dipraktekan dirumah masing-masing ^_^

Dibaca dari berbagai sumber.

Kamis, 06 Maret 2014

Tentang Kematian

Pagi ini, aku kembali teringat tentang 'kematian'.
Ya, aku tahu bahwa sejatinya kematian adalah akhir sekaligus awal dari sebuah kehidupan.
Kematian tak harus membuatku takut. Bukankah kematian berarti bersama Tuhan, selamanya? Tapi ada dua hal yang membuat sesuatu dalam diriku berdebar dengan irama yang tidak karuan. Cepat, lambat, cepat, dan lambat lagi. Aku, takut!

Pertama, aku takut jika kematian membawaku pada penyesalan besar. Aku takut bila kematian menyentuh orang-orang yang kukasihi dan pada akhirnya menyisakan sesal yang membuatku merasa bersalah yang berkepanjangan.

Aku takut bila kekasaranku hari ini menjadi kekasaran terakhir bagi anak-anakku.
Aku takut bila cuekku hari ini adalah cuek yang terakhir bagi Ibuku.
Aku takut bila emosiku hari ini menjadi emosi yang terakhir kepada suamiku.
Aku takut bila pertengkaranku hari ini menjadi pertengkaran terakhir bagi saudaraku.
Aku takut bila makianku hari ini menjadi makian yang terakhir bagi sesamaku.
Aku takut bila amarahku hari ini menjadi amarah yang terakhir pada orang lain.

Dan kedua, Aku takut, ya aku takut. Aku juga takut jika kematian menghampiriku dan ketidaksiapan menjadi sesal di kehidupan sana. Aku takut jika pada akhirnya 'hitam' membawaku pada jilatan api yang menjadi tempat terakhir jiwaku. Dimana gertak gigi tak henti berbunyi mengerikan. Dan ketakutan hebat merongrong tiada henti.

Cinta. Aku ingin hanya cinta yang menjadi hal yang terakhir dariku untuk anak-anakku, suamiku, orang tuaku, saudaraku, dan sesamaku. Dan tentu kepada Tuhanku.

Tuntun aku ya, Tuhan, menjalani kehidupanku di dunia dengan berkenan di hati-Mu. Agar kelak aku bisa bersama-Mu di Sana, nanti. Jangan biarkan dunia membuatku lupa mengingat kematian. Apalah artinya sebuah bangunan tinggi, jika tempat terakhir kita hanya berukuran 1x2 meter. Dan apalah arti sebuah kesombongan karena rupawan, kecerdasan, dan kekayaan, bila pada akhirnya kita akan tertelan bumi, dan menjadi santapan renyah belatung dibawah sana.

Kita masih hidup? Itu berarti adalah berkah. Berkah karena masih ada kesempatan untuk mengingat Mati.

Kematian, hitam. Gelap. Sekaligus terang.