Dan pada akhirnya, jika tanganku harus merengkuh kembali pena itu, dengan erat dan sangat erat, tolong yakinkan aku wahai kertas, bahwa tulisan-tulisan yang berkecamuk didada ini, akan meluncur bak roket, merengkuh mimpiku, yang sebenarnya mimpi mereka; dalam tiap racikan kata mencipta larik-larik kalimat. Dan sekalipun aku harus mati, aku ingin tetap hidup oleh hembusan nafas dari kata demi kata yang kurangkai demi hati itu; hati anak-anakku; Jani, Joan.
#Dalam sebuah harapan atas mimpi yang murni dan suci.. Semoga..
Sumber gambar : Dari penelusuran om google (Lupa ambil dimana, maaf)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar