Hari-hariku

Minggu, 30 September 2012

Tentangku atas pindahan rumah T_T


Sebidang tanah yang berukuran kecil yang tak seberapa luasnya mungkin akan membuatku rindu...yeah...aneka bunga meskipun bukan bunga-bunga yang mahal dikalangannya telah berhasil kubuat tumbuh dan berbunga disitu...walaupun akhir akhir ini, semenjak dedek lahir, jarang terjamah oleh rawatan tanganku lagi dan hmmmm...disisi kanan kiri mereka juga telah ada yang mendampingi...rumput rumput hijau yang bergoyang...hihihi...tapi mereka  tetap mempesonakan bagian depan rumah yang bukanlah rumah milikku..

Dalam waktu yang tidak sampai 4x24 jam lagi...tempat ini akan kami tinggalkan..setidaknya begitulah kata kepala keluarga dalam rumah ini,suamiku..oh no...pindahan ? artinya...uhhhh...tidak terpenting soal taman bunga...toh ditempat baru juga ada sebidang tanah kecil bisa menjadi tempatku mengeksplor hobby menanam bunga. Tapi keakraban dengan para tetangga membuat kaki ini terasa berat tuk melangkah pergi dari sini..
Oh God, You know what's make me like to be here...dukungan moril terhadap setiap perkembangan dan pertumbuhan anakku Anjani aku dapat dari mereka..para tetanggaku yang baik hati...
May i'll get it at new place?...

Okeylah...sejuta kebimbangan, keraguan, yang senantiasa menari nari di kepalaku...takkan merubah kenyataan dan jalan yang memang harus aku lalui sebagai garis sang Ilahi. Takkan ku berontak akan hal ini...toh semua orang yang sempat menyinggahi noteku ini mungkin juga beranggapan bahwa hal ini tak nampak sebagai suatu kegusaran yang berat...maybe this is just syndrome pra pindahan rumah ye pemirse :D

Yang terpenting adalah 4 anggota keluargaku tetap ada disisi kanan, kiri, atas dan bawah dalam hidupku...walah ! kok ikut juga ya kata 'dibawah'...hehe...ralat ding !...ada bersamaku selalu lah ya... :)
Ada sebuah lagu kristiani liriknya begini : "gereja bukanlah gedungnya...dan bukan pula menaranya...bukalah pintunya lihat didalamnya...gereja adalah orangnya..."  Yippiiii...jadi keingat nih masa-masa sekolah minggu dulu..waktu masih imut kek marmut :P
Ya, seperti itulah kurasa...sekalipun gedung tetap kami butuhkan sebagai tempat tuk berteduh, namun bukan bangunan yang utama menjadi rumahku...tapi isi didalamnya...yaitu orang-orang yang tinggal didalamnya...suami dan anak-anakku merekalah rumah hatiku..(sang suami jangan kegeeran...tar pingsan ! memang ya kok kita jadi lalap romantis kalo abis berantem....hehehe)

dulu aku punya mimpi memiliki rumah kecil yang bersih serba hijau...penuh bunga dihalaman depan dengan sebuah sungai kecil dibelakang rumah...begitu asri..begitu sejuk...lengkap dengan binatang-binatang peliharaan yang lucu lucu...marmut, kelinci,anjing, burung, ayam...bolehlah ditambah seekor beruang...asal beruangnya baek ga galak..wuih..(selera rumah rumah didesa yah...hihiihihi)
tapi banyak pembelajaran yang kulewati membuat mimpiku itu jadi tak berarti lagi ketika Tuhan menempatkan orang-orang terkasih didekatku. Guru ! Mereka guru-guruku...tempat aku belajar banyak hal.

Takkan mungkin aku bisa lupa...saat muncul pembelajaran penting...tentang penyerahan diri seutuhnya akan segala kehendak sang Ilahi tepat diusia anak tertuaku Anjani yang ke-5 bulan. Diusia rawan itu, gadis kecilku harus melawan penyakit mengerikan yang serasa belum pantas didapat oleh tubuh montoknya yang mungil.Hati berontak...tiap saat mulut penuh doa minta penyembuhan dari Tuhan..penuh ambisi akan kesembuhan dia...segala cara...baca sini baca sana, bahkan sempat membuncah emosi yang negatif terhadap dokter-dokternya ketika keadaannya malah semakin memburuk..namun disaat pasrah dan berserah sepenuhnya, menyerahkan segala kehidupan Anakku Anjani padaNya...justru disaat itu Anjani sembuh ! Oh God, i believe...everything will be fine when surrender to You is mine..
Dan didalam tanganMu lah layaknya kami menyerahkan segala sesuatunya, sebab sesungguhnya kami hanyalah manusia yang tiada daya tanpaMu.

Pelajaran berikutnya, rasa syukur harus menemani sepanjang jalan hidup...bahkan disaat begitu sulit untuk bersyukur sekalipun..tentang diagnosa dokter sebagai efek sakit 1 tahun yang lalu itu,membuat telat motorik anakku Anjani dan sekarang ini Dia harus fisiotherapy tuk mengejar telat itu. Ini membuat hatiku begitu kecil dan terasa lemah tuk melewatinya...namun masih banyak hal yang patut disyukuri ketimbang tinggal merenungi yang telah terjadi. Apalagi perkembangan anakku Anjani dari hari kehari semakin meningkat dan begitu membahagiakan kehadirannya dalam rumah hatiku...,apalagi tawa dan ocehannya yang begitu lucu, tak mampu lagi memberi sedikitpun ruang, waktu dan kesempatan untuk hadirkan rasa tak bersyukur...

Dan tak kalah pentingnya ketika aku belajar dengan keadaan rumahku...tak kulihat hidupku berkelimpahan namun selalu kudapati Tuhanku selalu mencukupkan dalam segala sesuatunya.

Begitu banyak pelajaran yang kudapat dari orang orang dalam rumahku...dan takkan cukup waktu semalaman untuk menulisnya....kalo ditulis semua, wah...nanti mataku jadi kek mata panda...lebam itam karna ga tidur...ih ga mau lah yah ... hehe

Biarlah dirumah mana saja...yang penting isi didalamnya tetap terboyong rame rame menyatu dalam satu tempat...dan ini akan menjadi mimpi terindahku sepanjang masa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar