Hari-hariku

Jumat, 16 November 2012

Yuk bersyukur...

Sumber foto: dari hasil penelusuran di om google. Foto begini unyu-nyaTidak tahu pemilik aslinya sapa :( 


Yuuuukkk bersyukur karena, 

Saat mau makan, ada bahan makanan yang mau dimasak...(diluar sana masih banyak orang yang menahan rasa lapar saat ini karena tak punya makanan);

Saat ingin tidur, punya kasur dan aneka bantal guling..(Banyak loh yang tidur beralaskan koran);

Saat mau mandi, ada air ngucur dikamar mandi..(Biasanya juga air kadang ngalir kadang ga);

Saat lelah dan penat, anak kita datang memberi senyum manis yang mencerahkan hati... (masih banyak pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak);

Saat mau nelpon, ada pulsa..(masih banyak yang lebih kere' daripada kita, bahkan ga punya hp !);

Saat hujan dan dingin, ada selimut dan pakaian  hangat..(kebanyakan orang dikolong jembatan hanya meringkuk seperti  keong dan merapatkan tangan keketiak untuk mendapatkan hawa panas tubuh melawan rasa dingin dari luar);

Sampai sekarang masih punya  orang tua..(sayangi mereka, kehidupan begitu keras andaikan kita kehilangan orang tua diusia dini);

Punya tangan, kaki yang lengkap dan masih bisa bekerja baik... ;

Hari ini badan kita sehat.... (Terkadang disaat sakit, kesehatan baru terasa begitu berarti); 

Dan masih banyak lagi....

Syukuri semua hal kecil, bahkan saat kita masih bisa menghembuskan nafas secara gratis dari Tuhan. Karena diRumah Sakit sana masih banyak yang berjuang membeli oksigen puluhan juta untuk beberapa hari saja. 

(Rahwiyani Quote)



Jumat, 09 November 2012

Arti Seorang Guru dan Pembenahan Pendidikan di Indonesia

"Guru kecil", adalah sebuah gelar yang diberikan oleh salah seorang guruku di SDN INPRES Wasuponda saat aku duduk dikelas tiga sampai kelas enam. Tugasku adalah membantu menjelaskan pelajaran yang telah diajarkan oleh guru namun masih kurang dimengerti oleh teman-temanku. Indah untuk menjadi seorang guru. Ada kepuasan bathin tersendiri manakala ilmu yang dipunya bisa dibagikan kepada orang lain. Dan sepertinya begitulah naluri setiap guru, berbagi, berbagi, dan terus berbagi. Sejumput beban saya yakin menghinggapi rongga dada dan pikiran setiap guru. Beban untuk melihat murid-muridnya bisa menjadi pribadi yang baik dan pintar. Setidaknya begitu yang aku rasakan manakala gelar guru kecil kusandang dimasa-masa Sekolah Dasar dulu. 

Guru adalah Pahlawan sepanjang masa. Tanpa guru, suatu bangsa tidak akan mampu berpijak dikakinya sendiri. Guru merupakan ujung tombak kebangkitan suatu bangsa dari keterpurukan nilai sosial dimata dunia. Karena pendidikan menentukan nilai-nilai kita dimata sesama. Indonesia perlu guru-guru yang berkualitas dan bermartabat sehingga bisa memberikan pendidikan secara profesional dan melahirkan generasi muda yang juga berkualitas dan bermartabat sebagai bekal untuk berkarya bagi Bangsa dan Negara. Pelatihan-pelatihan gratis terhadap guru atas perkembangan pendidikan yang mengikuti globalisasi dunia haruslah kiranya terus dijalankan oleh Dinas terkait tanpa terputus. Inilah yang perlu dibenahi dahulu dalam dunia pendidikan, sumber daya manusianya, para 'guru'nya. Karena Negara kita butuh guru-guru hebat, guru yang mampu membuka gudang ilmu dan mampu merubah bangsanya lewat pendidikan. Selanjutnya barulah bagaimana sistem pendidikan itu dibenahi secara terarah dan tepat pada sasaran.

Suatu hari saya menonton televisi yang meliput bagaimana dunia pendidikan dikawasan terbelakang dan nyaris tak tersentuh pembangunan. Letak daerah itu di Riau, 'Talang mamak' nama desa itu kalau tidak salah. Betapa miris melihat pendidikan disana. Gambar Bapak Susilo Bambang Yudoyono yang dipajang didinding kelas mereka, saat sang reporter tanya siapa itu, murid-murid itu tidak tahu, hanya seorang yang menjawab "itu pak Bupati !", Belum lagi saat ditanya apa arti "my darling", jawab salah satu dari mereka "datang kembali". Pertanyaan terakhir dari sang reporter "Negara kita ini apa namanya?" tidak ada yang bisa menjawab, hanya salah seorang murid yang memberanikan diri menjawab, "Negara hutan!". Kata mereka guru mereka hanya datang biasanya sekali dalam empat bulan.

Kita, Bangsa Indonesia yang telah mengecap kemerdekaan selama 67 tahun, apakah tidak malu mengakui diri merdeka sementara masih ada beberapa bagian diNegeri kita yang belum tersentuh pendidikan yang layak seperti didesa Talang mamak, Riau ?.

Pembenahan harus dimulai sekarang juga !. Ketersediaan guru berkualitas ditempat-tempat terpencil diseluruh pelosok Tanah Air menjadi PR bagi pemerintah. Jangan ada tempat satupun yang terlewatkan tanpa seorang guru dan tanpa bangunan sekolah yang layak.

Terkadang, profesi sebagai guru belum begitu menjanjikan walau sebenarnya amatlah mulia. Selalu terdengar gaji seorang guru kecil dan pas-pasan. Mungkin inilah saatnya pemerintah mulai memperbaiki segala sisi dari bidang pendidikan termasuk hal ini agar proses penanaman pendidikan bagi anak bangsa tidak terkendala oleh masalah seperti ini.

Pengadaan beasiswa bagi anak tidak mampu, Pembangunan sekolah-sekolah diseluruh daerah terpencil, juga menjadi pembenahan yang patut menjadi point utama di Rencana Kerja pemerintah. Adapun penggunaan tekhnologi yang secara global menjadi kebutuhan utama disegala bidang wajib diperkenalkan juga didaerah terpencil. Kenapa tidak, iya kan ? Pendidikan dikota harus sama dengan pendidikan didesa. Agar kita Bangsa Indonesia secara menyeluruh tidak ketinggalan era globalisasi. 

Guru, Pemerintah, serta Dinas Pendidikan memegang peranan penting bagaimana Sumber Daya Manusia milik Bangsa Indonesia berkarya bagi Negerinya. Alangkah indahnya bila seluruh pelosok Indonesia mengecap pendidikan yang sama. Dana yang dikeluarkan untuk program-program ini tidak akan seberapa dibandingkan hasilnya kelak. 

25 November, Selamat hari Guru untuk para pahlawan pendidikan, para guru-guru terhebat. Terpujilah kalian disepanjang masa. Terimakasih guruku, Jasamu akan selalu kukenang dalam sanubariku :)


*Tulisan ini saya buat untuk mengikuti lomba Blog Gerakan Indonesia Berkibar "Guruku Pahlawanku"



Kamis, 08 November 2012

Kebiasaan Unikku di Malam Hari

Sekarang tepat pukul 21.30
Aku baru saja menyeka wajah yang barusan kubasuh dengan dinginnya air dimalam hari. Segaaaarrrr.....Nyaman kini rasanya wajahku dengan baluran cream nightku. Sekitar lima menit lalu aku keringatan, seperti sedang melakukan olahraga fitness saja deh. Hehehe...Yup,Pastinya aku baru saja menyelesaikan sebuah kebiasaan unikku dimalam hari yang lumayan bisa memproduksi keringatku dijam segini...hu hu hu..apa tuh ? 
Aku baru saja selesai menyapu dan mengepel seantero lantai rumah !!! ouw..ouw...Ouwwhh...kenapa harus dimalam hari ? Pasti pertanyaan ini terlontar. Susah ngepel dibawah jam 9 malam sehh.. Jangan kira bisa mengepel dipagi ato siang hari... :( yang ada cuma bikin tragedi aja, anak-anak terpelesetlah, suami mondar-mandir bikin tambah kotor...wuih, kapok ngepel pagi-pagi! Mau ngepel pas anak-anak tidur siang juga rada susah, secara mereka dua orang, jam tidurnya kadang ga kompak, ga bersamaan, biasa juga sih mereka tidur bersamaan tapi seringnya aku juga ikutan tertidur...malah kadang lebih duluan tidur ketimbang mereka...oalaah.... :D

Tapi senanglah, mengepel saat anak-anak tidur dimalam hari. Dijamin lantai bersih tanpa  bekas kaki dipagi harinya. Jadi pagi hari para kurcaciku dah siap deh melakukan aktivitas dilantai sesuka hati...


Jumat, 02 November 2012

Andai Aku Menjadi Ketua KPK


Pemberitaan korupsi sepertinya sudah merajai dunia berita ditanah air. Selalu saja ada pemberitaan korupsi yang bikin kita geleng-geleng kepala. Sepertinya demam korupsi telah mengakar dan beranak pinak untuk setiap yang memiliki peluang melakukannya. Saya sedih dengan keadaan ini. Apakah masih mungkin bila saya berandai-andai memiliki sebuah negara yang bebas dari korupsi. Harapan terbesar ini saya letakkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Semoga KPK mampu mewujudkan semua angan-anganku atas Negeri tanpa Korupsi. Oh betapa indah pastinya, dan tentu tanpa korupsi, kesejahteraan akan senantiasa menyapa penghuni negara Indonesia tercinta ini. Amin.

Dan sekiranya saya diberi jalan oleh Tuhan untuk menjadi ketua KPK, hal yang paling terutama saya lakukan adalah memastikan seluruh personil dalam struktur organisasi KPK adalah manusia-manusia berhati bersih dan jujur. Sebab kamilah tombak kesejahteraan Negara, apa jadinya bila justru kami yang tidak bersih. Barulah setelah itu satu persatu Fungsi dan Tugas saya kerjakan secara integritas, efektif, dan efesien.

Dimana Komisi Pemberantasan Korupsi mempunyai tugas (Dikutip dari situs resmi KPK - www.kpk.go.id) :
  1. Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi;
  2. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi;
  3. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi;
  4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi; dan
  5. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.
Sesuai dengan tugas KPK tersebut diatas maka hal-hal yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

1.  Melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang dalam hal ini adalah POLRI dan Jaksa. Sebagaimana instansi ini membantu KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, dan selanjutnya penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. 
Baru-baru ini menghangat berita KPK VS POLRI. Seharusnya hal ini tidak menjadi momok dan tiap instansi wajib mengetahui sampai dimana batas kewenangannya masing-masing. POLRI baru bertindak setelah menerima tugas pelaporan dugaan kasus korupsi dari KPK, dan diserahkan kepada Jaksa setelah akan dilakukan penuntutan. Memang KPK juga tidak dapat bekerja sendirian. Butuh dukungan dan bantuan dari instansi tersebut dan juga terutama dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memberantas korupsi dari kasus yang kecil sampai kasus yang besar. 

Instansi berwenang yang bisa membantu KPK memberantas korupsi juga harus dalam pengawasan dalam bekerja disuatu kasus korupsi. Dan sebagai Ketua KPK saya akan membentuk suatu badan Pengawasan Penyelesaian Kasus Korupsi. Tugasnya adalah mengawasi suatu kasus yang tengah diselidiki bahkan yang juga telah sampai kepada penuntutan. Badan Pengawas ini juga bertugas mengawasi dan memonitor penyelenggaraan pemerintahan Negara.

2. Menerapkan kepastian hukum bagi pelaku tindak korupsi. Selama ini seolah pemberitaan bahkan penjatuhan hukuman kepada pelaku korupsi tidak memberi efek jera kepada mereka-mereka yang masih aman tertutupi perbuatannya. Dimana ada peluang disitu selalu saja ada tindakan korupsi. Sebagai Ketua KPK yang mencoba untuk berlaku bijak, saya akan mengesampingkan Hak Asasi Manusia (HAM) demi terwujudnya misi dan misi KPK. Setiap pelaku tindak pidana korupsi akan mendapatkan hukuman mati. Hukuman ini tentu akan membuat orang-orang takut bahkan berpikir seribu kali dulu untuk melakukan tindakan korupsi. Memang terdengar tega, namun saya yakin hukuman ini akan memperkecil tindakan korupsi. 

3. Yang paling penting adalah bagaimana kerjasama KPK dengan masyarakat. Untuk membasmi korupsi sampai  keakar-akarnya perlu juga untuk menindaklanjuti serius tindakan korupsi sekecil apapun. Karena logikanya, dari hal kecil bisa menjadi besar. Seringkali orang berpikir, korupsi dengan nilai kecil mungkin tidak akan membawa mereka ke penghukuman yang berat. Tentu hal ini akan membudaya, dan inilah tunas-tunas kecil yang akan bertumbuh menjadi tindakan korupsi ke yang lebih besar nantinya. Jadi untuk kasus kecil juga akan dikenakan hukuman yang sama dengan kasus korupsi besar,hukuman mati, tanpa memandang bulu dan nilai korupsi.

 Sebagai Ketua KPK Saya akan menerapkan sistem pelaporan secara tertutup sehingga memungkinkan orang untuk melaporkan tindakan korupsi tanpa takut. Karena biasanya rasa 'takut' menjadi penghalang besar mereka untuk melapor. Keamanan menjadi terancam sebagai pelapor. Jadi sistem pelaporan tersebut tentunya akan lebih bijak bila dilakukan secara tertutup, bisa dengan sms atau telpon bebas pulsa. Dan identitas pelapor akan dirahasiakan dan pelapor akan mendapat perlindungan dari team pengamanan KPK. Bahkan dengan memberi bayaran kepada setiap pelapor tindakan korupsi bisa sangat membantu masukan pelaporan. Karena biasanya orang-orang berpikir "Dia korupsi, aku tidak untung dan tidak rugi apa-apa, jadi kenapa repot, acuhkan saja". Wah, sayang kan kalo sebagian orang cara berpikirnya seperti ini. Mungkin dengan cara ini bisa menghilangkan cara pikir begini. Tentu juga setelah terbukti barulah bayarannya diberi. 

4.  Paling penting dan yang terakhir adalah giat melakukan penyuluhan-penyuluhan mengenai tindakan korupsi dan hukumannya sehingga pencegahan korupsi bisa dimaksimalkan. Mungkin ini akan menjadi tugas baru yang saya akan tambahkan dalam daftar tugas KPK, bukan hanya sekedar memberantas namun juga mencegah. Kadangkala orang berani berbuat karena tidak tahu apa konsekuensinya. Dengan mengetahuinya tentu tidak akan berani melakukan. Penyuluhan tidak saja dimasyarakat umum tapi juga disekolah-sekolah dan kampus-kampus. Sebagai Ketua KPK saya pastikan semua tempat dan pelosok tanak air akan mendapatkan penyuluhan tentang korupsi dan hukumannya dengan penugasan personil kelokasi. 


Semoga suatu hari akan saya dapati Negeriku ini bersih tanpa korupsi. Tidak hanya untuk beberapa saat, namun untuk selamanya.Amin. Salam kepada Bapak Abraham Samad, Ketua KPK 2011 - 2015. Semoga diberi kesehatan dalam mengemban tugas penting ini. Doaku menyertai Bapak.  


Sumber Gambar : Disini

Tulisan ini saya buat untuk mengikuti lomba menulis blog yang diadakan oleh : http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/0/Blog.html





Curiculum Vitae


CURRICULUM VITAE



PERSONAL INFORMATION


Name                                   : Rahwiyani, Amd.Kom                      
Gender                                 : Female
Place & Date of Birth            : Sabbang, September 08th, 1983
Marital Status                      : Married
Nationality                           : Indonesia
Ethnicity                              : Palopo
Religion                                : Christian
Work Authorization Stat        : Authorized to work in Makassar
Country of Residence           : Indonesia
Residential Status               : Living with Family
Address                       : Bumi Permata Sudiang (BPS) blok E6 No 26 Sudiang, Makassar, Sul-Sel 90241
Email                                         : rahwiyani@gmail.com
Phone                                : 085398951998
High                                   : 165 cm
Weight                               : 60 Kg



EDUCATION AND PROFESSIONAL QUALIFICATION
Highest Academic Qualification        : D3 Degree

2005 – 2008, Graudated from Professional Computer and Informatics management academy of Makassar, Accounting Computerization Dept. (GPA : 3.59 scale 4.0)





FINAL PROJECT

Ø  “Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Kas (Manufaktur) pada PT Ketupat Mas Makassar”.


SUMMARY OF SKILLS            

Operating Sistem Windows, Daily using Microsoft Office( Word, Excel & Power Point) and Internet, Computer Installation and troubleshooting, Vamiliar with Microsoft Visual FoxPro( Capability to make a profram include the accounting programs), Understanding with accountancy.




WORKING EXPERIENCE

1. Position              : Chasier and Administration
    Company            : Ketupat Mas, PT
    Adress                   : Jl. Kima 10 Blok B2 (0411.512311)
    Period                 : January 2003 – Desember 2008
   
2. Position              : Accounting and Administration
    Company            : ROEMAH KOPI, COFFEE COMMUNITY (CAFÉ  STAR)
    Adress                   : Jl. Sulthan Alauddin No 146-148 Makassar   
                                      (0411.885295)
    Period                : January 2011 – September 2012
   



CERTIFICATIONS AND REFERENCE
·         March 2004 English Course Certification, PIA English Language     
          Centre, Makassar
·         Desember 2005 Seminar Certification of taxation and filling up of 
          yearly SPT Training, AMIK Professional, Makassar.

WORKING CHARACTERISTICS

Honest, discipline, responsible, hard worker, able to work under pressure, enjoy working in team, easy learner, friendly

Hobby
 


      

Sincerely yours




                                                                                        Rahwiyani, Amd.Kom

Kamis, 01 November 2012

R A H W I Y A N I

Menjadi diriku yang kecil,
Membuat segalanya kusandarkan kepada orang tuaku..

Menjadi sang remaja,
Kemandirian dan penemuan jati diri acapkali menghampiri diriku




Ketika menikah,
Membuat penyatuan jiwaku dengan belahan jiwaku harus melewati beberapa proses pendewasaan, hingga benar-benar menjadi pasangan ideal di mata TUHAN.


Hampir seluruh masa dipernikahanku melibatkan diriku sebagai seorang wanita karir..Aku mencintai dunia itu, namun seprofesional apapun aku dikarirku, aku akan tetap terpeleset masuk dalam dunia kodratiku, seorang Ibu yang menghabiskan lebih banyak waktunya dirumah ketimbang dikantor.



Menjadi ibu,
telah mengubahkan duniaku. Mengubah rutinitas harianku, menjadikan agenda-agenda menjadi tidak rutin lagi.

Menjadi ibu,
membahagiakanku, namun juga bisa menyedihkanku.
ku berbahagia dalam tiap tangis dan tawa anak-anakku.. dan kubersedih dalam tiap sakit anak-anakku..

Sampai dibatas inilah aku sekarang, seorang RAHWIYANI, seorang IBU, seorang ISTRI. Dan sang Waktu terus berlalu dengan jalan-jalannya sendiri...






Penuh harapku dijalan hidupku sekarang..pertumbuhan yang baik buat anak-anakku,dan kesehatan yang baik juga buat suamiku.. itulah yang terpenting..namun di balik semuanya, tak bosan-bosannya kalimat ini selalu kutanamkan dalam hati :
" When Surrender to God is mine, everything will be fine..."

Sebab segala sesuatu ada waktunya dan jalannya masing-masing...walau terkadang jalan Tuhan nampak rumit dan tak sesuai harapan manusia, keep believe to HIM tetap kupertahankan, sebab siapalah kita ini di mata TUHAN. Aku percaya, ada pelangi sesudah hujan, ada tawa setelah tangis..TUHAN takkan meninggalkanku,selamanya dalam suka dan duka... i believe it !

Ada berkat-berkat melimpah yang selalu Tuhan beri di keluarga kecilku, and thanks for all of that my God.